Sabtu, 01 Mei 2010

ANALISIS PERMINTAAN PERTANGGUNGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA PEMERINTAH DI SUMATERA UTARA

ANALISIS PERMINTAAN PERTANGGUNGAN
PADA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA PEMERINTAH
DI SUMATERA UTARA


Rudy Naek M.Manurung1, Sya’ad Afifuddin2,
Jhon Tafbu Ritonga3, Rujiman4

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara yaitu pengaruh faktor jumlah permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya, pendapatan per kapita, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah, suku bunga deposito bank dan angka harapan hidup masyarakat di Sumatera Utara. Untuk tujuan analisis tersebut digunakan data sekunder yang bersumber dari PT. Asuransi Jiwasraya (Persero), Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Riset Info Bank (BIRL) dan Departemen Keuangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Ordinary Least Square (OLS) dengan alat eviews versi 4.1. Berdasarkan hasil estimasi data , penelitian ini menemukan bahwa permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara dipengaruhi oleh permintaan premi asuransi sebelumnya, pendapatan per kapita, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah, suku bunga deposito bank dan angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara. Secara bersama-sama seluruh variabel penelitian signifikan pada α 1% dimana permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya, pendapatan per kapita, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah, suku bunga deposito bank dan angka harapan hidup mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 81,50% dan sisanya sebesar 18.50% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini..

Kata kunci : Permintaan pertanggungan, pendapatan per kapita, jumlah premi, suku bunga deposito bank.


PENDAHULUAN

Tren perubahan permintaan investasi dari masyarakat mengalami perubahan. Hal ini terbukti dari peningkatan permintaan investasi portopolio pada dana reksa sebesar Rp. 102 triliun yang sebelumnya hanya sebesar Rp. 78,4 triliun. Perkembangan industri asuransi jiwa di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup menggembirakan pada tahun 2004. perkembangan. Dari 49 perusahaan asuransi jiwa di Indonesia terdapat 10 perusahaan yang menguasai pangsa pasar terbesar dimana untuk asuransi jiwa joint venture mengalami kenaikan pendapatan premi pertanggungan perorangan sebesar 4000% dari pendapatan premi tahun sebelumnya. Perusahaan asuransi jiwa pemerintah pada tahun yang sama malah mengalami penurunan sebesar 25% dari pendapatan premi pertanggungan tahun sebelumnya. Dalam hal kategorisasi modal perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, Pemerintah dalam hal memajukan industri asuransi nasional mengeluarkan Peraturan Pemerintah 63/1999 dan KMK 425/2003 tentang ketentuan modal minimal Rp. 100 Miliar untuk perusahaan asuransi yang baru berdiri. Bagi perusahaan lama dan belum memenuhi ketentuan modal ini diberlakukan ketentuan RBC (Risk Based Capital) sebesar 120%. Bagi perusahaan yang tidak memenuhi kriteria diatas diharuskan menambah modal baru ataupun melakukan merger. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan peluang bagi pertumbuhan asuransi jiwa pemerintah dengan dikeluarkannya UU Kepailitan No. 07 tahun 2004 dimana Industri asuransi telah disetarakan dengan perbankan dalam hal penilaian likuiditas yang harus seizin Menteri Keuangan selaku pemberi izin pendirian dan operasional perusahaan asuransi jiwa. Perkembangan industri asuransi Indonesia secara sisi kontribusi terhadap Produk Domestik Brutto (PDB) dengan rata-rata sebesar 2% dari PDB sedangkan jika melihat ke negara-negara asing kontribusi pertumbuhan industri asuransi terhadap PDB sudah diatas rata-rata 10% bahkan negara-negara maju telah mencapai angka 40% PDB. Sedangkan pertumbuhan asset industri asuransi di Indonesia sebesar 4,8% dari total asset lembaga keuangan di Indonesia. Monopoli juga terjadi pada permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, dimana ketimpangan dalam industri ini dapat dilihat dari 40 perusahaan asuransi jiwa hanya 06 perusahaan yang menguasai 80% pangsa pasar
Dari pertumbuhan perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Indonesia terdapat peningkatan dalam hal asset perusahaan sebesar 3,416 triliun Rupiah pada tahun 2004 dimana sebelumnya ada tahun 2002/2003 aset total hanya mencapai 2.275 triliun Rupiah. Peningkatan ini diikuti pula dengan premi dari tahun 2002/2003 sebesar 903.4 miliar menjadi 1.516 triliun Rupiah pada tahun 2004. peningkatan yang signifikan tersebut juga dipacu dari pertumbuhan pertumbuhan investasi perusahaan asuransi jiwa pemerintah sebesar 3.097 triliun Rupiah pada tahun 2004 dari tahun sebelumnya sebesar 208.97 miliar Rupiah. Dari segi penilaian kinerja perusahaan diperoleh kriteria penilaian asuransi jiwa pemerintah dengan kriteria sangat bagus.
Pertumbuhan disisi investasi pada perusahaan asuransi jiwa di Indonesia semester pertama tahun 2003 tumbuh sebesar 37,17%. Pertumbuhan tersebut dikarenakan masyarakat Indonesia mulai sadar akan asuransi sejalan dengan membaiknya tingkat pendidikan dan beragam jenis produk asuransi yang memberikan alternatif investasi pada masyarakat. Dilihat dari hal ini maka dapat dipastikan industri asuransi akan tetap tumbuh baik dengan kisaran pertumbuhan sebesar 30%-40%. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan pendapatan premi asuransi jiwa sebesar Rp. 8.487,39 miliar sampai dengan semester pertama tahun 2004. dengan peningkatan sebesar 37,78% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2003. premi individu masih menjadi idola dalam pertumbuhan asuransi jiwa. Dapat dilihat dengan jumlah premi baru sebesar Rp. 4.069,93 miliar dan premi lanjutan sebesar Rp. 3.877,46. dari sisi pertumbuhan pendapatan premi baru terjadi lonjakan sebesar 178,80% dibandingkan dengan premi produksi lanjutan secara keseluruhan.

PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara.
2. Bagaimana pendapatan per kapita mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara
3. Bagaimana total asset perusahaan asuransi jiwa Pemerintah mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara
4. Bagaimana suku bunga deposito bank mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara.
5. Bagaimana rata – rata angka harapan hidup dapat mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara.

TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui pengaruh permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa Pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.
2. Untuk mengetahui pengaruh pendapatan per kapita terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa Pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.
3. Untuk mengetahui pengaruh asset perusahaan terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa Pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus
4. Untuk mengetahui pengaruh suku bunga deposito bank terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.
5. Untuk mengetahui pengaruh rata-rata angka harapan hidup terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.

MANFAAT PENELITIAN
1. Sebagai informasi ilmiah tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa Pemerintah di Sumatera Utara.
2. Sebagai bahan perbandingan dalam membuat kebijakan rencana strategis bisnis bagi perusahaan dalam jangka pendek dan jangka panjang pada perusahaan asuransi jiwa Pemerintah.
3. Referensi bagi penelitian selanjutnya pada ruang lingkup penelitian dengan objek yang sama.

PENELITIAN SEBELUMNYA
Hasil penelitian yang dilakukan Chee Chee Lim dan kawan-kawan (2002) menemukan bahwa perkembangan ekonomi, pendapatan dan angka kemungkinan hidup berpengaruh positif terhadap permintaan asuransi di Malaysia. Dua variabel utama yang mempengaruhi permintaan asuransi secara makro ekonomi adalah Bunga deposito perbankan dan harga dari asuransi tersebut.
Hasil Penelitian yang dilakukan Zuriah Abdul Rahman dan kawan-kawan. (2003) dalam penelitiannya terhadap permintaan asuransi takaful di Malaysa menyimpulkan bahwa Produk Domestik Brutto (PDB), Inflasi dan tingkat suku bunga berpengaruh pada pangsa pasar asuransi Takaful. Dua Objek penelitian yang paling utama adalah diperoleh adanya hubungan relationship dan reaksi masyarakat muslim secara umum telah menimbulkan pola sosial ekonomi positif dalam permintaan di Malaysa.
Lebih lanjut Hsin – Yu Seng (Desember 2004) menemukan bahwa perkembangan permintaan asuransi dan peningkatan resiko memicu peningkatan perbaikan kesehatan dimana perkembangan perbaikan situasi kesehatan sebesar kurang dari 6,3 persen dilaksanakan oleh perencanaan individu dan kurang dari 4,9 persen yang tidak dapat diprediksikan.


TEORI PERMINTAAN
Asumsi perputaran konstan didasarkan pada asumsi bahwa permintaan jasa juga tergantung pada tingkat pendapatan, padahal jika kita melihat model likuiditas, permintaan juga tergantung tingkat bunga yang lebih tinggi. Dengan tingkat bunga yang lebih tinggi akan meningkatkan biaya memegang uang dan mengurangi permintaan uang. Ketika masyarakat akan memilih investasi jasa dengan menanggapi tingkat bunga yang lebih tinggi, maka konsumen akan meningkatkan volume transaksi atau dengan kata lain perputaran uang harus naik (Mankiw, 2000).
Perputaran Permintaan (M), Harga (P) dan pendapatan (Y) dikaitkan dengan suku bunga. Permintaan investasi yang direncanakan tergantung pada tingkat bunga dan pendapatan. Tingkat bunga perbankan yang lebih tinggi akan menurunkan investasi lain seperti asuransi, yang telah direncanakan dan hal ini sebaliknya, akan mengurangi pendapatan nasional.
Permintaan (agregat) mewakili kuantitas total out put yang dibeli secara sukarela pada tingkat harga tertentu (ceteris paribus). Variabel-variabel eksogen dalam tingkat permintaan agregat adalah kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan tingkat harga. Variabel endogen yang mempengaruhi permintaan agregat pada investasi jasa adalah tingkat bunga dan tingkat pendapatan. Tingkat harga yang lebih rendah akan meningkatkan keseimbangan uang riil, mengurangi tingkat bunga, mendorong pengeluaran investasi dan meningkatkan pendapatan keseimbangan (Samuelson-Nordhaus,2001).
Jika investor merasa tidak aman untuk memegang asset dalam sebuah Negara, tingkat bunga Negara tersebut melebihi tingkat bunga dunia sebesar premi resiko. Kenaikan dalam premi resiko menyebabkan tingkat bunga naik dan mata uang itu sendiri mengalami depresiasi (Model Mundell-Fleming). Faktor lain yang mendorong kenaikan permintaan agregat dalam suatu perusahaan jasa dapat berbentuk nilai asset dimana kenaikan nilai suatu asset dari hasil investasi rumah tangga akan menaikkan kekayaan rumah tangga tersebut dan hal tersebut juga akan meningkatkan konsumsi dan menaikkan investasi bisnis. Kemajuan teknologi juga dapat mempengaruhi permintaan agregat secara eksogeneus dimana akan menjadi faktor pendukung untuk membuka peluang baru untuk investasi usaha.

DATA
Dalam penelitian ini dilihat faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi pemerintah di Sumatera Utara selama per tiga bulan kurun waktu tahun 1999 – 2004 dan ruang lingkupnya
Adapun data time series yang diperlukan untuk data sekunder adalah : jumlah permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya, pendapatan per kapita Sumatera Utara, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, suku bunga deposito bank dan rata-rata angka harapan hidup masyarakat di Sumatera Utara.
Batasan Operasional
Untuk lebih memudahkan pemahaman terhadap istilah serta variabel yang digunakan dalam penelitian ini maka peneliti merasa perlu memberikan batasan operasional sebagai berikut:
Jumlah permintaan pertanggungan asuransi jiwa (DMD) terhadap perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara diukur dengan jumlah peserta yang mengikuti program asuransi jiwa dalam bentuk polis pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara,
Jumlah permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya (PRMt-1) terhadap perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara diukur dengan total penerimaan premi asuransi jiwa di Sumatera Utara,
Pendapatan per kapita Sumatera Utara (ICP) selama tahun 1999 – 2004,
Total asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah (ASSET) di Sumatera Utara selama tahun 1999-2004,
Suku bunga deposito bank (DPST) diukur dengan rata-rata bunga deposito bank per tiga bulan selama tahun 1999 – 2004,
Rata-rata angka harapan hidup (AHH) di Sumatera Utara tahun 1999 – 2004,

Spesifikasi model. Berdasarkan atas penelitian sebelumnya dan hipotesis penelitian maka dapat dilihat hubungan variabel-variabel sebagai berikut:

DMD = f {PRMt-1 (+), ICP (+), ASSET(+), DPST(-),AHH(?)}

ANALISIS ESTIMASI
Dari hasil estimasi nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,815 yang berarti secara keseluruhan variabel-variabel bebas berupa Permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya, pendapatan per kapita sumatera Utara, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, tingkat suku bunga deposito perbankan dan angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara memberikan penjelasan variasi permintaan pertanggungan pada asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 81,5% dalam kurun waktu penelitian (secara triwulan selama tahun 1999-2004) sedangkan sisanya sebesar 18,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam model persamaan tersebut.
Bila dianalisis dari masing-masing variabel bebas secara partial maka diperoleh pengaruh variabel tersebut terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara signifikan pada tingkat kepercayaan 99%. Hal ini dapat kita lihat dari nilai F-Statistik pada model estimasi tersebut lebih besar dari F-Tabel pada level 1 persen dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000003 (lampiran 3). Nilai terhadap penjelasan F-statistik sebesar 5,75 lebih besar dari F-tabel sebesar 4,22 (F statistik (5.75)>F table(4,22)). Hal tersebut berarti dapat di terima pada α (1%) dimana variabel-variabel permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya, pendapatan per kapita, asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, tingkat suku bunga deposito bank dan rata-rata angka harapan hidup masyarakat di Sumatera Utara secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 99%.
Dengan spesifikasi model auto regresif :
DMD = β0+β1PRMt-1+β2ICP+β3ASSET+β4DPST+β5AHH
Berdasarkan hasil estimasi model diatas menunjukkan bahwa variabel rata-rata angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik sebesar -117,10 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 95% . Dalam regresi model dapat dianalisa bila rata-rata angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara naik 1 tahun akan menurunkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 117,09 peserta program dalam bentuk polis.

UJI H-STATISTIK
Uji serial korelasi dengan runtun waktu kelambanan (Lag) dapat dilakukan dengan statistik h dalam model autoregresif dengan pengujian sampel besar dari korelasi serial derajat pertama sebagaiberikut :
• Jika ρ = 0 statistik h mengikuti distribusi noral yang distandarisai dengan rata-rata nol dan varian satu.
• Nilai standarisasi distribusi normal derajat pertama dideteksi dengan menggunakan cara : ρ = 1-½d.

HASIL DAN PEMBAHASAN

TABEL 1.HASIL ESTIMASI OLS ANALISIS PERMINTAAN PERTANGGUNGAN PADA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA PEMERINTAH DI SUMATERA UTARA DEPENDEN VARIABEL : DMD N=24 (TRIWULAN TAHUN 1999-2004)

DMD = 7260.94 + 0.031PRMt-1 + 0.518ICP + 12.673ASSET - 7.024DPST - 117.10AHH
std.error = ( 3644.29) (0.015) (0.183) (7.170) (2.145) (58.318)
t-stat. = (1.992) (2.110)** (2.823)*** (1.767)* (-3.273)*** (-2.008)**
R2 = 0.815 F-Statistik = 5.75
Adj. R2 = 0.508 Prob. F-statistik = 0.000003

Berdasarkan hasil estimasi (tabel 1.) menunjukkan bahwa variabel permintaan premi asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik sebesar 0,03 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 95% . Ini berarti jika permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya meningkat sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 0.31 peserta program pertanggungan dalam bentuk polis. Hasil estimasi ini sejalan dengan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara permintaan premi asuransi jiwa sebelumnya terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumaetra Utara, ceteris paribus.
Berdasarkan hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel pendapatan per kapita Sumatera Utara memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik sebesar 0,51 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 99% . ini berarti bila pendapatan per kapita Sumatera Utara naik sebesar Rp. 1 juta akan meningkatkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 0,51 peserta program dalam bentuk polis. Hasil estimasi ini sejalan dengan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara pandapatan per kapita Sumatera Utara terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.
Berdasarkan hasil estimasi model menunjukkan bahwa variabel asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara memberikan pengaruh positif dan signifikan secara statistik sebesar 12,67 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 90% . Ini berarti bila asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah sebelumnya meningkat sebesar Rp. 100 juta akan meningkatkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 12,67 peserta program dalam bentuk polis. Hasil estimasi ini sejalan dengan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh positif antara asset perusahaan asuransi jiwa sebelumnya terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumaetra Utara, ceteris paribus.
Berdasarkan hasil estimasi model diatas menunjukkan bahwa variabel suku bunga deposito bank memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik sebesar -7,02 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 99% . ini berarti bila suku bunga deposito meningkat sebesar 1% akan menurunkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 7,02 peserta program dalam bentuk polis. Hasil estimasi ini sejalan dengan hipotesis menyatakan terdapat pengaruh negatif antara suku bunga deposito bank sebagai produk substitusi terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara, ceteris paribus.
Berdasarkan hasil estimasi model diatas menunjukkan bahwa variabel rata-rata angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik sebesar -117,10 terhadap permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara pada tingkat kepercayaan 95% . Dalam regresi model dapat dianalisa bila rata-rata angka harapan hidup masyarakat Sumatera Utara naik 1 tahun akan menurunkan permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara sebesar 117,09 peserta program dalam bentuk polis.

KESIMPULAN
Perkembangan asset perusahaan asuransi jiwa pemerintah, suku bunga deposito bank dan angka harapan hidup masyarakat di Sumatera Utara merupakan faktor-faktor dominan yang mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa pemerintah di Sumatera Utara.
Kombinasi produk pertanggungan asuransi jiwa dengan fasilitas lain seperti bunga investasi yang menarik, kesehatan bagi para tertanggung dan jangka waktu kontrak yang pendek merupakan alasan bagi masyarakat untuk mengikuti program pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa di Sumatera Utara.

SARAN
Perusahaan asuransi jiwa pemerintah dalam hal penggalangan dana dari masyarakat dalam bentuk premi lebih menfokuskan pada sosialisasi manfaat produk pertanggungan melalui promosi. Dikarenakan semakin banyak dana yang dihimpun oleh perusahaan asuransi jiwa maka tingkat kepercayaan nasabah akan semakin tinggi. Hal ini berfungsi untuk meningkatkan cadangan premi perusahaan yang nantinya akan dilaporkan secara priodik dalam bentuk peringkat dan perkembangan asset perusahaan
Bagi peneliti yang berminat untuk menganalisis permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa baik pemerintah maupun swasta sebaiknya mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pertanggungan pada perusahaan asuransi jiwa dari aspek peningkatan investasi perusahaan pada perusahaan saham dan reksa dana (sebagai Re-asuransi) serta kajian sosial terhadap nasabah yang mengikuti program pertanggungan sehingga menambah wawasan dalam keilmuan.

DAFTAR PUSTAKA

Arief , Sritua, 1993, “Metodologi Penelitian Ekonomi”, Jakarta, UI Press.

Badan Riset Infobank, Perkembangan asuransi jiwa di Indonesia, Kumpulan tahun 2001-2005.

Djojosoedarso Soeisno, 2003 “Prinsip-prinsip Manajemen Risiko Asuransi”, edisi revisi, Surabaya : Salemba Empat.

Gujarati, Damodar N.,2003, “Basic Econometrics”, 4th edition, New York : McGraw Hill.

Garven, James, 2004, “A General Model of the Demand for Insurance”, International Journal of Finance and Insurance, Baylor University Hankamer School of Bussiness Press.

Hussels, Stephanie,2004, “ Cost Efficiency and total factor Productivity in the European Life Insurance Industry”, International Working Paper series, Bradford University School of Management Press, nomor 04/05.

Kasmir,1999, “ Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya”, edisi keenam, Jakarta, PT. Rajagrafindo Persada.

Khristianto, dkk,2005, “The Effects of Customer’s Psychological On The Decision For Joining Syariah Folk Credit Banking”, ISTECS Journal, Volume 5.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar